March 05, 2017

Tujuan Pengasuhan (2) Menjadi Suami/Istri yang Baik (Bagian 2)


Semakin tingginya angka perceraian seperti yang dilansir di artikel sebelumnya, telah menyadarkan kita bahwa kita bertanggungjawab menyiapkan anak-anak kita untuk menjadi suami istri yang baik bagi pasangannya.

Mereka perlu memahami apa konsekuensi menikah dan apa saja perannya ketika sudah menikah.

“Ah nanti saja, kalau sudah waktunya tiba, masih kecil begini bagaimana mempersiapkannya?”, pikir kita.

Ternyata, mempersiapkan anak kita untuk menjadi suami dan istri dimulai sejak kecil. Sejak kapan? Sejak ia memiliki kemampuan belajar. Bahkan dengan bermain boneka pun, kita bisa mengajarkan caranya memandikan dan mengganti baju bayi.

Anak kita belajar apa saja dan dari siapa saja. Dimulai dari melihat sekelilingnya, kemudian meniru. Apa yang dilihat itu, jika ia ‘pelajari’ berulang-ulang akan terrekam dalam memori jangka panjangnya. Kemudian memori itu akan menjadi “panduan” bagaimana ia bersikap. 

Tujuan Pengasuhan (2) Menjadi Suami/Istri yang Baik (Bagian 1)


Dalam suatu penyuluhan prapernikahan, seorang penghulu bertanya pada para calon mempelai yang akan melangsungkan pernikahan pada pekan itu, “Menikah itu apa? Mengapa kalian menikah?”.

Entah karena malu atau alasan lainnya, hanya 2 pasang calon mempelai yang menjawab dengan tenang dan benar.

Sebelum seseorang memutuskan menikah, pertanyaan paling mendasar yang perlu ia jawab ke dasar hati adalah “Menikah itu apa? Mengapa menikah?”.

Jika seseorang memiliki jawaban yang mantap baik sebelum menikah maupun dalam perjalanan pernikahan, hal yang paling tidak diinginkan (perceraian) ketika keluarga mengalami masa-masa sulit sangat mungkin bisa dihindari.

Tujuan Pengasuhan (1) Menjadi Hamba Yang Bertakwa kepada Allah SWT


Anak    : Bu, makhluk pertama yang tinggal di bumi apa sih?
Ibu      : Mikroba, Nak
Anak     : Kok bukan manusia bu?
Ibu    : Karena pada saat itu kondisi bumi sangat ekstrim, manusia tidak akan tahan tinggal di bumi saat itu. Itu bentuk kebaikan dan kasih sayang Allah, Nak
Anak   : Bu, tadi dikelas, guru aku bilang, manusia itu bagian dari ekosistem. Berarti sama dengan gajah, beruang, pohon, semut, nyamuk, mikroba dong?

Setiap makhluk hidup diciptakan dengan misi. Mikroba sebagai pengurai, tanaman sebagai penghasil udara bersih, ikan sebagai mangsa hewan lain, singa sebagai pemangsa, dan lain sebagainya. Namun ada kesamaan misi dari seluruh makhluk ciptaan Allah, yaitu beribadah kepadaNya. Termasuk manusia. Manusia juga diciptakan untuk beribadah kepadaNya.

January 19, 2017

Curhaaaatt yuuuukk...

Haii.. Assalamu'alaikum..
Postingan kali ini saya mau sedikit curhat nih tentang minat dan bakat anak, tapi kali ini pembahasannya mengenai diri saya sendiri. Saya hanya memberikan pandangan saya sebagai seorang anak ketika saya masih sekolah dulu dan baru menyadari dan menyesalinya sekarang.. Postingan ini bukan untuk menyalahkan orang tua saya ataupun pihak manapun, disini saya hanya ingin cerita pengalaman saya saja yang menurut saya bisa diambil pelajarannya untuk mendidik anak - anak saya agar saya yang sekarang sudah menjadi orang tua, khususnya seorang ibu, bisa menyalurkan dan mengembangkan minat dan bakat anak - anak saya di kemudian hari..

Saya dari sejak SMP memang sudah menyukai segala hal yang berkaitan dengan komputer, dan semakin menyukainya ketika saya SMA karna kebetulan di SMA saya dulu ada mata pelajaran teknik komputer (yang lebih ke arah merakit/merangkai komponen dalam komputer terutama CPU) dan ada mata pelajaran sistem informasi juga (yang lebih mempelajari software komputer misalnya photoshop, microsoft office, editing foto, bikin majalah, editing video, bikin software sederhana,dll). Nah, kedua mata pelajaran itu termasuk dalam mata pelajaran favorit saya selain Matematika dan Kimia. Tapi setiap pelajaran komputer dan sistem informasi itu saya selalu excited, semangat dan selalu mendapatkan nilai yang baik dan saya selalu mengerjakan tugas - tugas mata pelajaran tersebut dengan kemampuan saya sendiri, bahkan ada beberapa teman saya sering meminta tolong kepada saya untuk membuatkan tugas komputer dan sistem informasi tersebut.

December 20, 2016

Siapkah Kita Menjadi Orang Tua ???


APAKAH KITA SIAP MENJADI ORANGTUA?

Apa yang Ayah Bunda rasakan saat dulu baru saja menikah? Bahagia? Excited? Ingin segera mendapat momongan?

Kita membayangkan anak-anak yang lucu dan menjadi penyejuk hati, berprestasi, berperilaku mulia, membanggakan, dan menjadi hadiah dari Tuhan tersebab kita merawatnya dengan baik.

Siapa yang tak mengenal Ananda Musa bin La Ode Abu Hanafi, Hafizh cilik berusia 7 tahun asal Bangka Belitung yang meraih juara ke-3 dalam Musabaqah Hifzil Quran Internasional di Sharm El-Sheikh, Mesir.