March 05, 2017

Tujuan Pengasuhan (2) Menjadi Suami/Istri yang Baik (Bagian 4)


Sebelumnya kita telah membahas bahwa hal-hal yang perlu diteladankan untuk mendidik anak kita agar kelak menjadi suami dan istri yang baik adalah dengan menguatkan konsep dirinya (termasuk identifikasi seksual (gender), mengenal dan merespon perasaannya, mengenal kebutuhan diri) dan komunikasi asertif yang terbuka dan dua arah. Selain itu, anak kita juga berhak mendapatkan ilmu tentang komitmen dan tanggungjawab.

Komitmen dan tanggungjawab adalah salahsatu pilar utama bangunan pernikahan. Memang Allah telah berjanji akan mengaruniakan kasih sayang pada pasangan yang bertakwa, bentuk takwa tersebut salahsatunya adalah komitmen kepada pasangannya. Seseorang yang berkomitmen akan memegang teguh janji suci yang ia pernah ucapkan.

Laki-laki yang berkomitmen akan teguh memegang tanggungjawab atas keluarganya, perempuan yang berkomitmen akan setia membantu suaminya menjalankan tanggungjawab yang diembannya.

Mulai dari mana mendidik anak tentang komitmen ?

Tujuan Pengasuhan (2) Menjadi Suami/Istri yang Baik (Bagian 3)


Di artikel sebelumnya, kita sudah menyebutkan 4 poin mendidik anak menjadi suami dan istri yang baik, yaitu :
1. Memperkuat konsep diri anak
2. Berkomunikasi asertif
3. Mendidik anak mengenai komitmen, dan
4. Mendidik anak mengenai kerjasama

Di artikel sebelumnya juga kita sudah cukup rinci membahas tentang memperkuat konsep diri anak untuk mendidik mereka menjadi suami dan istri yang baik. Selanjutnya kita akan membahas lebih rinci mengenai kemampuan komunikasi asertif yang terbuka dan dua arah.

Tujuan Pengasuhan (2) Menjadi Suami/Istri yang Baik (Bagian 2)


Semakin tingginya angka perceraian seperti yang dilansir di artikel sebelumnya, telah menyadarkan kita bahwa kita bertanggungjawab menyiapkan anak-anak kita untuk menjadi suami istri yang baik bagi pasangannya.

Mereka perlu memahami apa konsekuensi menikah dan apa saja perannya ketika sudah menikah.

“Ah nanti saja, kalau sudah waktunya tiba, masih kecil begini bagaimana mempersiapkannya?”, pikir kita.

Ternyata, mempersiapkan anak kita untuk menjadi suami dan istri dimulai sejak kecil. Sejak kapan? Sejak ia memiliki kemampuan belajar. Bahkan dengan bermain boneka pun, kita bisa mengajarkan caranya memandikan dan mengganti baju bayi.

Anak kita belajar apa saja dan dari siapa saja. Dimulai dari melihat sekelilingnya, kemudian meniru. Apa yang dilihat itu, jika ia ‘pelajari’ berulang-ulang akan terrekam dalam memori jangka panjangnya. Kemudian memori itu akan menjadi “panduan” bagaimana ia bersikap. 

Tujuan Pengasuhan (2) Menjadi Suami/Istri yang Baik (Bagian 1)


Dalam suatu penyuluhan prapernikahan, seorang penghulu bertanya pada para calon mempelai yang akan melangsungkan pernikahan pada pekan itu, “Menikah itu apa? Mengapa kalian menikah?”.

Entah karena malu atau alasan lainnya, hanya 2 pasang calon mempelai yang menjawab dengan tenang dan benar.

Sebelum seseorang memutuskan menikah, pertanyaan paling mendasar yang perlu ia jawab ke dasar hati adalah “Menikah itu apa? Mengapa menikah?”.

Jika seseorang memiliki jawaban yang mantap baik sebelum menikah maupun dalam perjalanan pernikahan, hal yang paling tidak diinginkan (perceraian) ketika keluarga mengalami masa-masa sulit sangat mungkin bisa dihindari.

Tujuan Pengasuhan (1) Menjadi Hamba Yang Bertakwa kepada Allah SWT


Anak    : Bu, makhluk pertama yang tinggal di bumi apa sih?
Ibu      : Mikroba, Nak
Anak     : Kok bukan manusia bu?
Ibu    : Karena pada saat itu kondisi bumi sangat ekstrim, manusia tidak akan tahan tinggal di bumi saat itu. Itu bentuk kebaikan dan kasih sayang Allah, Nak
Anak   : Bu, tadi dikelas, guru aku bilang, manusia itu bagian dari ekosistem. Berarti sama dengan gajah, beruang, pohon, semut, nyamuk, mikroba dong?

Setiap makhluk hidup diciptakan dengan misi. Mikroba sebagai pengurai, tanaman sebagai penghasil udara bersih, ikan sebagai mangsa hewan lain, singa sebagai pemangsa, dan lain sebagainya. Namun ada kesamaan misi dari seluruh makhluk ciptaan Allah, yaitu beribadah kepadaNya. Termasuk manusia. Manusia juga diciptakan untuk beribadah kepadaNya.